Awal Ramadhan 1432 H

Assalamu’alaikum.
Sekedar berbagi info. Untuk bulan Sya’ban kali ini insya Allah baru akan berakhir pada hari Ahad atau bertepatan dengan tanggal 31 Juli 2011. Ini disebabkan konjungsi Bumi-Bulan-Matahari baru akan terjadi pada tgl 31 Juli pukul 01.40 WIB sehingga hilal Ramadhan insya Allah akan dapat terlihat pada saat Matahari tenggelam di tanggal tersebut. Pada saat tenggelamnya Matahari tgl 31 Juli, umur Bulan di wilayah Indonesia berkisar antara 14 jam di wilayah Indonesia Timur hingga 16 jam di wilayah Indonesia Barat. Ketinggian hilal pada saat itu mencapai 5-6 derajat di atas ufuk sehingga kemungkinan dapat teramati.

Berdasarkan hisab (perhitungan astronomis), maka sangat besar kemungkinan hilal (bulan sabit pertama di awal bulan) dapat teramati pada tgl 31 Juli sehingga maghrib tgl 31 Juli kita sudah masuk ke Bulan Ramadhan. Atau, malam senin besok kita sudah taraweh dan senin tgl 1 Agustus kita akan memulai shaum Ramadhan.

Adapun kegiatan rukyatul hilal (observasi hilal) akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia mulai tanggal 30 Juli hingga 31 Juli. Pengamatan hilal yang terorganisir dikoordinasi oleh KemKominfo dengan melibatkan berbagai institusi dan universitas, dan tersebar mulai dari Aceh hingga Biak dan dilakukan secara simultan serta di-streaming langsung ke Jakarta sebagai pertimbangan dalam sidang itsbat nanti. LAPAN ikut berperan serta dalam melakukan pengamatan hilal di Pameungpeuk, Pontianak, dan Biak. Selain itu, dilakukan juga penyuluhan mengenai pengamatan hilal ini di lokasi-lokasi tersebut sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang prinsip-prinsip hisab rukyat serta sosialisai kegiatan jejaring pengamatan hilal nasional.

Bagi yang ingin mencoba melihat hilal dapat mengamatinya di arah Barat sekitar 10 derajat ke arah Utara. Tentu saja di tempat yang horizonnya tampak jelas dan tidak terhalang apapun karena ketinggian hilal yang sangat rendah. Hilal hanya dapat terlihat mulai sejak Matahari tenggelam (maghrib) hingga sekitar 30 menit kemudian saat hilal juga tenggelam.

Ramadhan kali ini kemungkingan akan dilalui secara serentak oleh seluruh ormas islam dikarenakan waktu konjungsi yang terjadi dini hari, sehingga umur Bulan sudah cukup tua untuk diamati. Lain halnya dengan Syawal nanti yang justru kemungkinan akan terjadi perbedaan disebabkan umur Bulan yang masih muda saat tenggelamnya Matahari. Jadi, ada kemungkinan sebagian dari kita akan merayakan Hari Raya pada tanggal yang berbeda meskipun mengawali Ramadhannya pada hari yang sama.

Semoga Allah menyampaikan umur kita hingga Ramadhan dan memudahkan kita untuk banyak beribadah di bulan Ramadhan sehingga mencapai derajat taqwa.

Amiiiin

Wassalamu’alaikum,

Johan Mohammad
(Peneliti Matematika Antariksa, LAPAN)

Tagged As: ,

  • Daftar Newsletter DODDYTA.NET:

  • RSS from DODDYTA.NET DODDYTA.NET on facebook DODDYTA.NET on Google+ DODDYTA.NET on twitter